Setidaknya sudah setahun lamanya tinggal dan belajar di negeri sakura ini. Tetapi jujur saja baru bisa aktif di PPI Jepang di tahun ini. Sebelumnya aku sudah bercerita tentang pengalamanku bergabung dengan teman-teman dalam kongres PPI Jepang di Sapporo. Sebuah keakraban yang tercipta karena keinginan untuk berkolaborasi, saling mewarnai dan menguatkan.

Pesan Dalam Kongress PPI Jepang

Masih teringat salah satu pelajaran berharga pada pertemuan di markas PPI Hokaido itu, pesan yang disampaikan oleh ibu Alinda, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo:

“PPI Jepang jangan cuma jadi event organizer lah… Harus lebih tanggap isu dan mampu memberikan sumbangsihnya terhadap Indonesia”

Pesan ini juga diiringi dengan sebuah kilas balik sejarah Indonesia, bahwa negeri kita Indonesia mampu merdeka juga berkat diskusi dan gerakan kebangsaan yang dilakukan oleh PPI di Belanda sejak 1922. Jika bung karno mengatakan dalam pidatonya “Berikan aku sepuluh pemuda akan aku guncangkan dunia’ dan sebuah pepatah asing mengatakan “Knowledge is power”, maka PPI adalah sebuah gambaran kumpulan pemuda yang memiliki ‘knowledge’. Artinya tak heran pada 1922 Indonesia mengguncangkan dunia dengan kebangkitannya.

PPI Jepang Ialah Teropong

Bagiku tidak ada permisalan lain selain teropong. Selama setahun aku kuliah di Jepang, tidak banyak terlibat di PPI Jepang. Ini membuatku tidak tahu menahu tentang pemuda-pemuda hebat yang tersebar di Jepang untuk belajar, mengasah keterampilan, membuka pikiran dan menajamkan pandangan.

Maka dari itu karena kemarin mewakili PPI Kansai dalam kongress, aku baru bisa merasakan betapa pentingnya bergabung bersama teman-teman PPI. Baru sekali bertemu dalam kongress di Sapporo, aku langsung mengingat Indonesia, langsung rindu ingin kembali dengan bertanya “Apa yang bisa kami lakukan untuk Indonesia?”. Sumbangsih apa yang bisa kami lakukan jika tenaga sedang tidak mungkin?

Jika selama ini kita hanya tahu teropong yang diarahkan kepada musuh perang, kita harus belajar dari para ilmuwan dan astronom, mereka mengarahkan teropongnya pada bintang dan planet-planet lain. Teropong untuk melihat potensi dari sebuah planet juga mempelajari dan mendalami potensi bintang.

Sebuah teropong. Ya! Kita yang belajar jauh dari ibu pertiwi perlu sebuah teropong, untuk bisa melihat lebih dekat akan potensi, kekuatan serta sumberdaya yang ada di dalamnya. Jika selama ini yang terpikirkan ketika berada di negeri orang hanyalah “seberapa jauhnya Indonesia tertinggal” maka kita takkan pernah menjadi bagian dari solusi.

Sekali lagi kita harus belajar dari ilmuwan. Mereka membuat pesawat luar angkasa, membangun teknologi navigasi dan robotika untuk menyelami keindahan Mars dan Jupiter. Pada akhirnya teropong saja tak cukup menyelami kekayaan Indonesia. Kita juga harus bekerja keras untuk menimba ilmu, mengaplikasikannya, semata-mata untuk bisa melihat Indonesia lebih baik lagi. Kemudian memunculkan potensi Indonesia di mata dunia dengan ilmu yang telah kita serap dari negeri orang.

PPI Jepang ialah teropong yang mengarah kepada Indonesia, ia mengingatkanmu pada keluarga,  tanah air dan pengabdian pada negeri. Melihat dengan teropong saja takkan pernah cukup, karena itu mari segera bergerak, bekerja dan berkarya. Tangan kita mungkin sedang tak sampai untuk memeluk negeri, tapi tunjukkan bahwa buah pikiran kita mampu memakmurkan Indonesia.

Yuk Bergabung!

Teman-teman yang merasa beruntung bisa belajar di Negeri Sakura, mari bersama menjadi bagian dari PPI Jepang. Kita akan bergerak bersama memikirkan Indonesia.  Yuk kita mulai dari sekarang.. Karena suatu saat kita akan kembali ke negri tercinta, saling mendukung dan berkolaborasi akan menjadi kunci kemajuan Indonesia di masa depan. Isi Form Pendaftaran Di Sini

Pendaftaran Anggota PPI Jepang

Pendaftaran Anggota PPI Jepang

 

 

Mahfuzh Huda

Leave a Comment