Day: November 28, 2019

PPI Kansai Dorong Diaspora Indonesia Berinvestasi

IBARAKI (11/23) – PPI Kansai bekerjasama dengan beberapa lembaga keuangan terkemuka di Indonesia seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Pegadaian, mengadakan seminar pada 23 November 2019 di Ritsumeikan University, Ibaraki. Seminar yang diikuti oleh 185 pelajar dan tenaga kerja Indonesia di Jepang ini mengangkat tema “Diaspora Melek Investasi,” yang digelar sebagai upaya untuk meningkatkan kepekaan dan keingintahuan diaspora Indonesia di Jepang terhadap pengelolaan keuangan dan investasi.

Pembukaan acara dimeriahkan oleh sanggar budaya PPI Osaka-Nara yang membawakan pertunjukan angklung khas Indonesia. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PPI Kansai Radityo Pangestu, diikuti dengan sambutan Konsul Ekonomi KJRI Osaka Pranowo Prawirokusumo. Keduanya membawa semangat yang sama, yakni dengan diselenggarakannya acara ini diharapkan dapat memunculkan calon-calon investor baru dari diaspora Indonesia di Jepang yang mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia kedepannya. Acara pun dibuka secara simbolis dengan penyerahan plakat dari pihak OJK dan BEI kepada pihak KJRI Osaka dan PPI Kansai.

Acara dibuka secara simbolis dengan penyerahan plakat

Sebagai pemateri pertama, Direktur Literasi dan Edukasi OJK Horas Tarihoran membawakan topik “Literasi Keuangan: Generasi Milenial.” Disamping mengenalkan lembaga keuangan OJK yang bertugas menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia, beliau mengungkap tren dari generasi milenial yang cenderung kurang bijaksana dalam mengelola keuangan. Hal ini dapat dilihat dari perilaku umum generasi milenial yang menghabiskan uang untuk kenyamanan dan gaya hidup. Beliau bahkan menekankan jika tren ini terus berlanjut, riset memprediksi bahwa pada tahun 2020 sebesar 95% milenial terancam tidak mampu membeli rumah dan menjadi tunawisma. Hal ini memotivasi beliau untuk mengajak para milenial untuk lebih peka terhadap pengelolaan finansial.

Pemateri berikutnya, Head of Marketing Development BEI, Nur Rachma Handayanie, membawakan topik “Investasi Jaman NOW” yang menekankan betapa pentingnya generasi milenial untuk mulai berinvestasi, tidak hanya sekedar menabung. Hal ini dikarenakan nilai mata uang yang disimpan di dalam tabungan dapat tergerus oleh nilai inflasi seiring berjalannya waktu, sedangkan produk investasi seperti saham, obligasi, dan lainnya dapat melawan inflasi karena nilainya yang lebih tinggi dibanding inflasi. Beliau juga memperkenalkan BEI, lembaga pasar modal yang mempertemukan pihak yang memerlukan dana (perusahaan) dengan pihak yang ingin berinvestasi (investor) melalui instrumen finansial seperti saham, obligasi dan reksa dana.

Peserta aktif dalam sesi pertanyaan seminar

Setelah istirahat siang, acara dilanjutkan dengan materi dari Pimpinan Cabang BNI Tokyo, Emil Azhar, yang memberi pengenalan tentang BNI Tokyo dan pengelolaan keuangan. Beliau memperkenalkan BNI sebagai satu-satunya bank perbankan yang memiliki cabang di Jepang dan telah terakreditasi oleh lembaga pengawas keuangan di Jepang, Financial Services Agency of Japan (JFSA). Beliau juga memperkenalkan produk tabungan dari BNI serta produk sekuritas yang dapat digunakan untuk investasi saham.

Pemateri berikutnya, CEO dari perusahaan konsultasi Exata Indonesia, Novi Prayitno, membawakan topik “Enam Langkah Menjadi Pengusaha dan Sukses Secara Finansial.” Pengusaha yang berlatarbelakang kenshusei di Jepang ini mengajak baik mahasiswa maupun tenaga kerja di Jepang untuk mengingat kembali tujuan awal pergi ke Jepang, karena banyak yang gagal mencapai apa yang dicita-citakan setelah kembali ke Indonesia karena melupakan tujuan awal. Beliau juga mengajak peserta untuk menjadi pengusaha tanpa takut akan kegagalan, karena pengusaha merupakan profesi orang-orang yang memiliki kesuksesan secara finansial.

Materi terakhir diberikan oleh SVP Divisi Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pegadaian, Herin Maulida, bersama dengan AVP Divisi Komunikasi, Literasi, dan Inklusi, Khoiriyah Dwi Putranti, membawakan topik terkait investasi emas di Pegadaian. Beliau mengutarakan kelebihan emas yang cenderung stabil dengan likuiditas tinggi bila dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Dengan kelebihan yang demikian, beliau mengajak diaspora Indonesia untuk memulai investasi emas sejak dini.

Panitia dan pemateri berfoto bersama peserta peraih emas

Acara ditutup dengan pembagian doorprize berupa satu gram emas, yang disponsori oleh Pegadaian. Doorprize diberikan kepada 20 peserta peserta dengan pertanyaan terbaik, peserta yang memiliki nilai tertinggi pada tes sederhana yang diberikan pada saat acara berlangsung, serta peserta lainnya yang beruntung. Dengan ditutupnya acara, diharapkan peserta dapat mengelola keuangan dengan lebih bijak dan terdorong untuk memulai berinvestasi.