Category Archive : Diaspora

LIPI Menanti Kontribusi Diaspora Indonesia

KYOTO (10/05) – Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr. Laksana Tri Handoko, didampingi Dr. Nugroho Dwi Hananto (Plt. Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam) dan Dr. Yan Rianto (Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) mengisi acara diskusi bersama diaspora Indonesia se-wilayah Kansai, Jepang. Topik yang diangkat adalah “Diskusi Diaspora bersama Kepala LIPI,” dan diselenggarakan pada tanggal 5 Oktober 2019 di kampus Uji, Kyoto University. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Indonesia dan alumni dari berbagai kampus di daerah Kyoto, Osaka, Hyogo, Tokushima, dan bahkan Nagoya.

Kepala LIPI Dr. Laksana Tri Handoko memberi pesan kepada para akademisi Indonesia di Jepang

Memulai diskusi, Kepala LIPI menyinggung bahwa saat ini LIPI sedang membutuhkan banyak SDM peneliti baru. Meski demikian, beliau menekankan bahwa mulai tahun ini kriteria penerimaan CPNS LIPI ditingkatkan, yaitu minimal bergelar Doktor (sebelumnya Master) dengan batas usia maksimal 40 tahun (sebelumnya 35 tahun). Selain itu, LIPI juga membuka jalur PPPK untuk menjaring calon peneliti dengan usia lebih dari 40 tahun. Meski dampaknya mencari peneliti baru menjadi semakin tidak mudah, hal tersebut dilakukan untuk menjadikan lembaga riset tertua di Indonesia ini semakin kompetitif.

Namun di sisi lain, Kepala LIPI menjanjikan berbagai insentif yang layak untuk menarik para akademisi diaspora agar mau bekerja di dalam negeri. Beliau pun berpendapat jangan sampai birokrasi yang ada justru menghalangi peneliti yang potensial. “Saya tidak ingin banyak kesulitan muncul dari hal-hal yang bersifat administratif dan membuat kalian (akademisi) terdistraksi, karena kita ingin fokus pada requirement yang lebih substansial,” ungkapnya. Beliau pun membuka kesempatan kepada akademisi diaspora dari bidang apapun yang ingin bergabung dengan LIPI tanpa memberi kuota khusus, selama memenuhi syarat.

Peserta diskusi berfoto bersama pihak LIPI seusai acara

Kepala LIPI pun berpesan agar para mahasiswa tidak berpuas diri hanya dengan target meraih gelar Doctor, dan sebaiknya mencari prgram postdoc di berbagai negara jika ada kesempatan. Postdoc merupakan kesempatan untuk membuka jaringan seluas-luasnya, jangan hanya terpaku pada lab penelitian di kampus saat ini. “To be excellent scientists, you have to prove that you are acceptable at any places,” tegas beliau.

Terakhir, LIPI memberikan semangat kepada seluruh diaspora untuk tetap berkarya membawa nama baik bangsa Indonesia. Semangat Pelajar Indonesia!

More photos: shorturl.at/puBCF