Rapat Koordinasi: KJRI Osaka Ajak PPI Saling Berkolaborasi Promosikan Indonesia

OSAKA (11/30) – PPIJ Korda Kansai dan Komsat di bawahnya, PPIJ Korda Chugoku dan Komsat di bawahnya (PPIJ Hiroshima dan PPIJ Yamaguchi), PPIJ Komsat Fukui, PPIJ Komsat Mie, PPIJ Komsat Ehime, dan PPIJ Komsat Kagawa melaksanakan rapat koordinasi dengan KJRI Osaka. Dari wilayah Kansai hadir 14 perwakilan yang berasal dari PPIJ Korda Kansai (Radityo Pangestu, Kristoforus Celli dan Devy Setiorini), PPIJ Komsat Kyoto-Shiga (Bramantyo Wikantyoso), PPIJ Komsat Osaka-Nara (M. Maulana Malikul Ikram, Zhafira Aqyla, David, Faris Dinulhaq dan Pramesti Istiandari), PPIJ Komsat Tokushima (M. Reza Pahlevi), PPIJ Komsat Okayama (Stephany Tumewu dan Peni Astrini), serta PPIJ Komsat Kobe (Fajar Ajie Setiawan dan Adam Prabata).

Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan kegiatan PPI dan KJRI di tahun 2020. Di awal acara, Pak Mirza Nurhidayat selaku Konsul Jenderal KJRI Osaka menjabarkan pentingnya mempromosikan budaya dan keunggulan SDA yang dimiliki Indonesia kepada masyarakat Jepang dalam rangka meningkatkan perekonomian Indonesia. Dalam hal ini, peran WNI di Jepang, khususnya pelajar, sangat krusial sehingga KJRI mengajak seluruh pelajar untuk aktif memperkenalkan Indonesia di lingkungan kampusnya. Di samping itu, Pak Mirza juga menjelaskan harapannya untuk menjadikan pola kerjasama antara KJRI dan WNI di Jepang Barat yang telah terjalin baik selama ini sebagai model lingkungan diaspora yang layak untuk dicontoh oleh kedutaan di wilayah/negara lainnya.

Selain itu, KJRI memiliki target prioritas yang berkaitan dengan penguatan kerjasama ekonomi Indonesia-Jepang, penguatan people-to-people contact, serta perlindungan dan pemberdayaan WNI. Untuk mencapai hal-hal tersebut, KJRI Osaka telah merencanakan beberapa kegiatan di tahun 2020, di antaranya Osaka Seafood Show, International Jewelry Kobe, Business Matching Forum, Pameran Promosi Investasi, Festival Indonesia-Jepang, Penggalangan Asosiasi Persahabatan Indonesia-Jepang, Warung Konsuler, Diskusi ilmiah pelajar/mahasiswa, dan lain-lain. Sejalan dengan visi KJRI tersebut, PPI Kansai memiliki kegiatan utama setiap tahun yang memenuhi unsur kekeluargaan, keilmuan, dan kebangsaan.

Nilai kekeluargaan ditumbuhkan melalui kegiatan olahraga tahunan, yaitu Badminton Kansai Cup (BKC) dan Pekan Olahraga Masyarakat (PORMAS). BKC tahun depan merupakan perayaan kelima dari acara tahunan tersebut. Panitia pelaksana kali ini merupakan kolaborasi antara PPI Okayama dan Tokushima. Dengan demikian, ini merupakan kali pertama program utama PPI Kansai dilaksanakan oleh dua komisariat. PORMAS tahun depan pun tidak akan kalah menarik. Beberapa games khas Indonesia seperti tarik tambang dan balap karung pun direncanakan untuk dilombakan. PORMAS yang akan dilaksanakan di Osaka ini akan mengusung tema festival agar dapat menarik perhatian masyarakat Jepang sekitar.

Nilai keilmuan diimplementasikan dalam acara Kyoto Youth Conference, yang akan mengusung tema “Sustainable Cities and Communities” dan melibatkan tiga cabang ilmu, yaitu life science, engineering science, dan social science. Pemilihan tema tersebut dilatarbelakagi oleh rencana pemerintah Indonesia untuk memindahkan ibukota ke Kalimantan, sehingga dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan output yang dapat mendukung program tersebut. Selain itu, PPI Okayama juga akan mengadakan acara Robofest di tahun depan. Pelaksanaan kembali acara ini mendapat apresiasi yang besar dari pihak KJRI, mengingat potensi output kegiatan ini dapat menumbuhkan bibit-bibit start-up yang dapat dikembangkan di Indonesia ataupun Jepang. Kedua acara akan diselenggarakan pada bulan Agustus tahun depan.

Terakhir, kegiatan yang tak kalah penting adalah Indonesia Talent Show yang akan diselenggarakan oleh PPI Kobe. Acara ini mengadopsi konsep Indonesia’s Got Talent: peserta unjuk gigi menampilkan pertunjukan seni di hadapan juri. Bedanya, peserta wajib menampilkan kesenian khas Indonesia. Untuk meramaikan acara, panitia pun akan mengundang komunitas Kobe Indonesia Society (KIS) dan influencer kenamaan di Jepang. Acara ini diharapkan dapat menjadi media promosi kebudayaan Indonesia di Jepang.

Sebagai penutup, KJRI mengingatkan pentingnya kerjasama antar PPI untuk mempromosikan acaranya masing-masing. Hal-hal sederhana seperti saling tag dan repost kegiatan dirasa penting untuk membuat impact kegiatan yang dilaksanakan semakin besar. Acara diakhiri dengan foto bersama semua peserta rapat koordinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.